Masjid Amirul Mukminin adalah sebuah Masjid dengan konsep terapung (floating mosque) yang berdiri di kawasan Pantai Losari. Selain sebagai rumah ibadah umat Muslim Makassar, Masjid yang megah dan berdiri kokoh di atas laut ini juga menjadi destinasi wisata yang populer dikunjungi wisatawan Indonesia karena keindahan arsitektur dan atmosfir laut yang ramah.

Merupakan salah satu ikon Kota Daeng, keberadaan Masjid ini menghiasi pemandangan atas laut Pantai Losari. Angin sepoi-sepoi dan suara deburan ombak akan menemani pejalan kaki ketika menapaki jembatan penghubung Masjid dan anjungan pantai. Selain dapat menikmati pesona unik bangunan, pemandangan laut yang menawan menjadi pilihan untuk bersantai di Masjid ini.

Sejarah Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin mulai dibangun pada tanggal 8 Mei 2009 atas inisiatif Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, untuk memperkaya khasanah landmark di Kota Makassar. Masjid ini kemudian diresmikan pada tanggal 21 Desember 2012 oleh Wakil Presiden, Muhammad Jusuf Kalla, yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia.

Pada tahap perancangan, awalnya Masjid ini diberi nama Masjid 99 Al-Makazzary. Angka 99 melambangkan Asmaul Husna, sementara Al-Makazzary merujuk pada salah seorang imam besar Masjidil Haram, Syekh Yusuf Al-Makassary. Tapi pada akhirnya, nama Amirul Mukminin yang melekat untuk Masjid ini. Masyarakat sendiri lebih mengenalnya dengan sebutan Masjid Terapung.

Ada informasi yang menyebutkan kalau arsitek yang merancang bentuk Masjid ini berasal dari Italia. Pada saat air pasang, Masjid Amirul Mukminin akan terlihat seperti terapung, menegaskan keunikan dari nama yang dilekatkan orang-orang. Karenanya tidak mengherankan kalau Masjid Amirul Mukminin dianggap sebagai Masjid terapung pertama Indonesia.

Lokasi Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin berlokasi di Kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Beralamat lengkap pada Jalan Budidaya Raya, Bangkala, Kecamatan Manggala. Masjid ini berada di teluk Makassar, tepatnya timur laut Pantai Losari dan berjarak 1 kilometer dari anjungan. Dapat dilihat dengan jelas ketika berjalan-jalan disekitar pantai.

Masjid ini berdiri di atas air laut seluas 1.608 meter dengan menggunakan 164 tiang. Ada dua jembatan di posisi Timur dan Selatan yang menjadi jalur wisatawan untuk berjalan menuju Masjid dari arah Pantai Losari. Selain pelataran dan teras, terdapat 3 lantai pada bagian gedung Masjid. Dua lantai untuk beribadah dan satu lantai dikhususkan sebagai tempat rekreasi.

Wisata Religi Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin utamanya diperuntukkan sebagai tempat ibadah kaum Muslim yang hidup di daerah Ujung Pandang. Seperti yang diketahui, masyarakat Makassar mayoritasnya menganut agama Islam. Menjadikan Masjid ini sebagai simbol kebanggaan warga Muslim yang tinggal di daerah tersebut. Setiap maghrib banyak jamaah yang shalat sambil menikmati sunset disini.

Area sekitar Masjid sangat dijaga kebersihannya. Terdapat tempat penitipan sepatu tepat dibagian gerbang setelah menyeberangi jembatan. Kawasan yang lebih dalam harus dilewati dengan bertelanjang kaki demi menjaga kondisi sterilisasi di sekitar Masjid. Sebelum pintu masuk, pengunjung akan disambut dengan luasnya pelataran yang bisa dipakai bersantai.

Meski merupakan tempat ibadah, Masjid ini bebas dibuka untuk siapa saja bagi yang ingin menikmati suasana bangunan terapung sambil memandang lautan luas. Tapi, dibeberapa titik terdapat tanda dari kertas kecil bertuliskan larangan untuk pacaran. Jadi kalau membawa pasangan, kurangi niat untuk bermesra-mesraan.

Seperti Masjid pada umumnya, terdapat fasilitas untuk berwudhu tepat disamping Masjid yang bisa diikuti jamaah melalui tanda, dipisahkan untuk jamaah pria dan jamaah wanita. Bagi jamaah wanita, tempat shalat dikhususkan berada pada lantai 2, tapi di lantai 1 juga disediakan cukup ruang dibagian sudut kiri. Tersedia pula mukena warna-warni yang boleh dipakai jamaah wanita.

Masjid ini dapat menampung sekitar 500 jamaah. Di dalam Masjid terdapat perpustakaan kecil yang diisi dengan buku-buku Islam serta ensiklopedia umum bagi anak-anak, selain koleksi mushaf Al-Qur'an dengan ukuran yang beragam dan penuh warna. Tentunya ketika berada di dalam jamaah boleh membuka beberapa lembar buku untuk dibaca sebelum Adzan berkumandang.

Usai shalat, wisatawan bebas berkeliling di area sekitar Masjid. Terdapat tangga yang melingkar untuk naik ke lantai 3. Di lantai ini ada ruangan kosong yang sering dipakai bersantai sambil menikmati hembusan angin laut. Dari teras Masjid pengunjung bisa melihat sepenuhnya pemandangan pesisir Pantai Losari yang menjurus panjang di bibir pantai.

Dari ibadah sampai menikmati pemandangan laut, pantai, dan sunset, semua aktivitas yang bisa dilakukan di Masjid ini gratis. Cara untuk mengapresiasi keberadaan ikon Makassar yang menyajikan panorama keindahan ini adalah dengan berinfaq melalui kotak amal di pintu masuk. Dan pastinya menjaga kebersihan, karena kebersihan bagian dari iman.

Wisata Arsitektur Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin memiliki arsitektur minimalis dengan perpaduan modern dan tradisional. Masjid ini dibangun di atas pondasi beton yang didorong ke laut menyerupai rumah panggung tradisional khas suku Bugis. Sementara untuk bangunan Masjid-nya, lebih bergaya modern dengan kombinasi warna putih abu-abu pada tembok dan kubah biru bercorak diamond.

Masjid berlantai tiga ini memiliki 2 kubah depan belakang dengan mozaik biru model kontenporer Islami. Ketika malam hari, kubah ini akan tambak bersinar terang oleh lampu-lampu yang menghiasi dinding dan atap Masjid. Dua menara berdiri tegak mengapit disisi kanan-kiri Masjid, pemilihan warna putih dengan atap biru membuatnya menyatu dengan sempurna.

Di depan Masjid terdapat 5 pilar yang berdiri tinggi, berisi filosofi untuk menegakkan shalat lima waktu. Tembok berwarna hitam padat menyelimuti gerbang masuk Masjid, mengingatkan pada bentuk Ka'bah yang kotak dan juga ditutupi warna hitam kain Kiswah. Tembok ini dihiasi oleh dinding granit yang tampak seperti sayap pada bagian samping tembok.

Untuk bagian dalam, interior Masjid dipenuhi lampu-lampu neon bulat yang berwarna putih, menggantung seperti awan disepanjang langit-langit ruangan tempat jamaah beribadah. Ornamen-ornamen klasik dan kaligrafi Islami terpajang menawan di jalan dan dinding ruangan, memanjakan mata orang yang menyempatkan shalat di dalamnya.

Kaca besar menjadi jendela yang menghiasi tiap lantai, membuat pengunjung dapat memantau keadaan dengan mudah baik dari luar maupun dalam. Di bagian belakang Masjid terdapat teras yang luas, untuk sampai kesana harus berjalan menapaki tangga yang memutar. Dari situ wisatawan dapat melihat sendiri arsitektur minimalis yang menjadi daya tarik Masjid dari berbagai arah.

Galeri Foto Masjid Amirul Mukminin

Lanskap

  • Masjid Amirul Mukminin
  • Masjid Amirul Mukminin
  • Masjid Amirul Mukminin
  • Masjid Amirul Mukminin
  • Masjid Amirul Mukminin
  • Masjid Amirul Mukminin
  • Masjid Amirul Mukminin
  • Masjid Amirul Mukminin
  • Masjid Amirul Mukminin

Potret

  • Masjid Terapung Makassar
  • Masjid Terapung Makassar
  • Masjid Terapung Makassar
  • Masjid Terapung Makassar
  • Masjid Terapung Makassar
  • Masjid Terapung Makassar
  • Masjid Terapung Makassar
  • Masjid Terapung Makassar

Interior

  • Ruang Ibadah
  • Lantai dan Tangga
  • Tempat Shalat
  • Ruangan Shalat
  • Interior Masjid
  • Interior Masjid
  • Interior Masjid
  • Tangga Masjid
  • Lantai Tiga